Karya Paper Mahasiswa Polifurneka berhasil tembus prodising Senti UGM

Presentation2
Seminar Nasional Teknik Industri UGM

Mahasiswa zaman melineal memiliki tuntutan akademik yang lebih berat dibanding mahasiswa zaman ‘babe gue’ dulu. Salah satunya adalah kemampuan menulis paper ilimiah yang dipublikasikan di jurnal nasional atau internasional. Memiliki paper ilmiah di jurnal menjadi kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa. Namun, proses menulis artikel, sejak mengirim sampai terbit tidak mudah. Banyak tantangan. Liku-likunya juga panjang.

Salah satu mahasiswa Polifurneka dari prodi manajemen bisnis industri furnitur berhasil menembus prosideng SENTI UGM 2020 adalah Lirensa Artifa. Karyanya yang berjudul “Kajian Awal Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dengan Metode Eoq Pada Cv. Decorus” berhasil menjadi salah satu karya yang lolos nominasi juri dari sekian banyak pendaftar yang menerbitkan paper. Berikut ini kisahnya dan pengalamannya dari lirensa yang bisa menjadi inspirasi bagi kita semua kelak.

Pengalaman Menerbitkan Paper

Awalnya saya menulis paper ini berawal karena memang ada tuntutan tugas Mini TA dari dosen pembimbing dan mengambil tema perencanaan dan pengendalian bahan baku. Namun dari situ ternyata dosen memilih 10 paper terbaik di kelas untuk lanjut membuat paper SENTI UGM dan saya masuk menjadi salah satu dari 10 yang terpilih ikut.

Kita 10 anakpun mendapat dosen pembimbing masing-masing untuk dibantu dalam pembuatan paper, saya kebagian saat itu dengan Ibu Peni Shoffiyati. Saya benar-benar belajar banyak hal, karena bimbingan dari beliau benar-benat teliti, detail, dan sabar dalam mengajari dan mengembangkan ide paper saya.

Kami juga tidak hanya membuat paper yang akan diterbitkan, namun juga harus presentasi secara daring dengan dewan juri yang menilai kelayakan paper ilmiah yang kami buat. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya karena, saat presentasi saingan saya bukan hanya mahasiswa sarjana namun ada juga mahasiswa pasca sarjana yang ikut kompetisi ini. Walau dengan perasaan yang sedikit gugup, saya tetap teguhkan hati untuk percaya diri mempresentasikan karya saya.

Pengumuman Lolos

Saat dihari pengumuman, saya justru awalnya sempat kaget karena tidak menerima email dari panitia SENTI UGM. Saya kemudian tanya-tanya temen sekelas ditanggal pengumuman saat itu dan jawaban temen sekelas ternyata mendapat email bahwa karyanya ditolak. Saya merasa kalau temen saya saja ditolak, apalagi karya yang saya buat. Namun yang menjadi pertanyaan saya mengapa saya tidak dapat email dari panitia seperti yang teman-teman saya terima.

Karena penasaran akhirnya di keesokan harinya saya bertanya kepada dosen pembimbing saya Bu Peni barangkali masuk emailnya bu peni. Ternyata benar, diceklah sama Bu Peni,

“Ini mbak, hasil reviewnya, tolong diperbaiki menurut komentar”, terang Bu Peni.

Setelah itu saya lihat hasilnya bahwa paper saya paper diterima dengan perbaikan. Rasanya senang sekali dan bersyukur tidak mengecewakan Bu Peni. Lega rasanya setelah cukup lama menunggu dengan segala dinamikanya. Seru dan  banyak hal yang saya pelajari dari proses ini. Itulah pengalaman dari kak lirensa yang berhasil membawa nama polifurneka masuk ke dalam salah satu ajang nasional yang cukup membanggakan pastinya. Semoga pengalaman ini akan menjadi inspirasi kita kelak bahwa akan ada selalu proses dan dinamika panjang dalam menciptakan sebuah karya atau pekerjaan. Hadapi dengan yakin bahwa kita pasti bisa merupakan kunci keberhasilan, yakinlah bahwa bukan karena hal itu mudah maka kita yakin bisa, namun karena kita yakin bisa maka semua akan menjadi mudah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *